HomeKanal PropertiMungkinkah Sertifikat Tanah Ganda?

Mungkinkah Sertifikat Tanah Ganda?

Kanal Properti 0 0 likes 768 views share

Hampir semua bentuk properti wajibnya hukumnya memiliki sertifikat, entah rumah, tanah, apartemen, hotel, dan bahkan restoran. Adanya sertifikat ganda merupakan hal yang fatal, bahkan mungkin malah disengaja demi memperoleh keuntungan tertentu. Namun untuk saat ini hampir sulit sekali menemukan sertifikat ganda, ya kerena semua proses kepengurusan sudah dilakukan secara online atau komputer. Jadi jika ada tanah yang dimaksud sudah terbit sertifikat, maka dengan alasan apapun tidak dapat diterbitkan lagi.

Fenomena sertifikat ganda terkadang memang disengaja, yaitu dengan alasan hilang, padahal sertifikat tersebut dijaminkan untuk mendapat pinjaman. Sehingga sang pemilik mengurus sertifikat baru untuk kemudian dijaminkan lagi ataupun sekedar untuk berjaga-jaga. Padahal pengurusan kehilangan sertifikat juga harus melalui surat kehilangan dari kepolisian , sumpah di Badan Pertanahan, serta pengumuman di surat kabar minimal satu bulan. Tetapi memang kalo orangnya sudah niat, hal itu akan sangat gampang dilakukan.

Kemudian ada lagi sertifikat palsu, bedanya jika sertifikat ganda adalah dua sertifikat yang memang resmi dikeluarkan oleh Badan Pertanahan, namun jika sertifikat palsu adalah yang dibuat sendiri melalui jasa percetakan yang canggih, yang mungkin itu akan sangat gampang dilakukan. Jangankan sertifikat, uangpun yang sangat rumit dan njelimet saja bisa lho dipalsu, jadi anda harus hati-hati.

Lalu bagaimana bisa ketahuan kalo itu palsu? Caranya adalah dengan mengeceknya di Kantor Pertanahan. Karena sebenarnya sertifikat yang diedarkan dimasyarakat merupakan copyan saja dari buku tanah resmi yang disimpan di kantor pertanahan dalam warkahnya. Di warkah tersimpan semua dokumen asli dan sejarah saat pengajuan sertifikat. Serta adanya kode seri yang sama antara sertifikat dan buku tanah, so pasti ketahuan kalo berani memalsu sertifikat.

Untuk anda janganlah mudah terkecoh dengan iming-iming harga yang murah dari sebuah properti, karena perlu ditelisik lebih dalam lagi apakah sertifikatnya asli atau palsu. Jangan sampai beli tanah atau rumah tapi bersertifikat palsu. Dan biasanya para “orang” seperti ini sering menggertak pelanggan dengan cara halus, kalo tidak segera di DP akan dijual ke orang lain. Sehingga waspada dan kekritisan kita sangat diuji dalam transaksi properti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *