HomeMotivasiMau Bersaing? Siapa Takut!

Mau Bersaing? Siapa Takut!

Motivasi Tips Bisnis 2 18 likes 2.3K views share

Saya teringat beberapa waktu lalu saat saya menelpon bapak saya untuk memohon restu memulai bisnis Bandeng Rawe dan Bakpia Lumer. Saya menceritakan kepada beliau betapa ketatnya persaingan bisnis dan tidak sehat di Jogja. Saya mengkhawatirkan jika produk kreatif yang kami tawarkan akan ditiru oleh orang lain kelak. Beliau menanggapi apa yang saya ceritakan tersebut dengan pernyataan, “Justru di situlah seninya bisnis! Persaingan itu seni dalam bisnis!”.

“Persaingan dalam bisnis adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari”, lanjut beliau. Apa yang dikatakan beliau memang ada benarnya. Sehebat apapun kita membuat ide kreatif, pasti setelah itu ada orang yang menirunya, sehingga persaingan pun tidak dapat dihindarkan.

Persaingan itu seni dalam bisnis.

Selanjutnya kompetisilah yang terjadi. Mau tidak mau kita harus bersaing dengan para kompetitor. Di sinilah banyak orang kemudian mundur. Banyak yang mulai gulung tikar jika bisnisnya pelahan mulai tersaingi oleh orang lain. Menurut saya ini adalah mental yang keliru.

Jika bisnis kreatif kita mulai ditiru oleh orang lain seharusnya kita tidak perlu terlalu khawatir. Minimalnya kita sudah menang dua langkah. Pertama, yakni kitalah yang pertama mencetuskan ide bisnis itu, sedangkan yang lain hanya ikut-ikutan. Para konsumen pun sudah bisa menilai mana yang benar-benar kreatif, mana yang hanya asal meniru, “Oh, yang itu cuma ikut-ikutan, yang itu baru yang asli”.

Kemenangan kita yang kedua adalah kita sudah memulai lebih awal. Kita sudah tahu langkahnya, kita sudah tahu hambatan, tantangan, dan resikonya. Singkatnya, kita sudah menang dalam hal pengalaman. Sedangkan bagi kompetitor, mereka hanya baru memulai, baru menjajaki, baru akan mengambil langkah. Jadi, apa yang perlu dikhawatirkan?

Persaingan memang tidak bisa dihindarkan. Dalam persaingan tersebut kita diuji seberapa gigihkah usaha kita untuk bisa bertahan dalam persaingan pasar. Sebenarnya persaingan tersebutlah yang membuat kita semakin tangguh. Dalam bisnis yang namanya jatuh-bangun itu hal yang biasa. Jika sekali saja kita jatuh lalu mundur, itu namanya bukan The Real Entrepreneur.

Ada hal penting lain yang dikatakan oleh bapak saya di telpon tersebut, “Bisnis kita boleh ditiru, produk kita boleh ditiru, tetapi rezeki kita tidak bisa ditiru!”. Setiap orang mempunyai takaran rezeki yang berbeda-beda. Tuhanlah yang mengatur semuanya. Asalkan kita mau berusaha keras, tekun, lalu berserah diri, maka rezeki kita pun sudah disiapkan. Bukankah Tuhan itu Maha Mengetahui dan Maha Adil? Jadi, apa lagi yang perlu dikhawatrikan? Mau bersaing? Siapa takut!

2 Comments

www.thegold.asia

Setuju banget. Rezeki tidak akan tertukar, tinggal kita yang berusaha memantaskan diri agar rezeki datang. Ya tuhan cukupkan kami dengan rezeki yang halal.

Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *