HomeTips BisnisBandeng Rawe: Kuliner Juara Khas Tuban!
Bandeng Rawe Makanan Khas Tuban - produk dan logo

Bandeng Rawe: Kuliner Juara Khas Tuban!

Tips Bisnis 0 28 likes 2.2K views share

Bisnis kuliner dewasa ini berkembang dengan sangat pesat. Satu catatan penting, jika anda ingin produk kuliner anda selalu diminati oleh pasar, maka janganlah berhenti berinovasi. Ahmad Musyaddad merupakan putra daerah Kabupaten Tuban yang berinovasi dalam bisnis kuliner ini. Ia memulai bisnisnya dari sebuah keresahan karena tidak ditemukannya kuliner Khas Tuban. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, ia bersama Bambang Triwahyudi Founder Omahe Bakpia berinovasi menciptakan produk unggul, yakni Bandeng Rawe.

Bandeng Rawe adalah produk siap saji berupa ikan bandeng yang telah diolah, diberi sambal, dan dikemas dalam Sepiring Bandeng Rawe Khas Tubankaleng. “Kami menggunakan bahan alami tanpa bahan pengawet. Bandeng Rawe ini dikemas dalam kaleng yang kedap udara sehingga mampu bertahan sampai satu tahun”, kata Musyaddad. “Untuk satu kaleng kami jual dengan harga yang cukup terjangkau. Satu kaleng dapat disajikan untuk 5 porsi”, tambahnya.

Berbeda dengan sarden, Bandeng Rawe jauh lebih unggul dari segi kualitas. “Pertama, dari segi ikan, kami pakai Bandeng Super yang kaya dengan kandungan gizi. Ini jelas berbeda jauh dengan sarden. Kedua, Bandeng Rawe menggunakan sambal, bukan saus. Bisa anda hitung sendiri bahan baku yang diperlukan. Ketiga, kami pakai bahan alami tanpa bahan pengawet sehingga terjamin kesehatannya”, tutur Musyaddad.

Bandeng Rawe dibuat dengan tiga varian rasa, yakni Bandeng Mercon, Bandeng Lombok Ijo, dan Bandeng Lombok Abang. Bandeng Mercon merupakan varian unggulan yang memiliki rasa pedas cukup tinggi dengan tagline “Pedasnya Meledak-Ledak!”. Dua varian lain, Bandeng Lombok Ijo dan Bandeng Lombok Abang, dibuat sebagai alternatif konsumen yang tidak begitu suka pedas dengan tagline “Pedasnya Pas!”. Dengan demikian, Bandeng Rawe tidak hanya dapat dikonsumsi oleh mereka yang suka pedas saja, tetapi orang yang tidak suka pedas pun dapat menikmatinya.

Bandeng Rawe ini sudah bisa anda dapatkan di empat toko strategis wilayah Pantura yang tersebar di Kabupaten Tuban, yakni di Pusat Oleh-Oleh Rumah Makan Wahyu Utama, Pusat Oleh-Oleh Rumah Makan Kurnia Jatim Tuban, Rest Area Tuban, dan Toko Asih Oleh-Oleh Khas Tuban. “Kami jual di toko-toko yang ada di jalur Pantura agar btoko oleh-oleh khas tubananyak para wisatawan yang singgah di Tuban dapat beli oleh-oleh khas Tuban ini. Apalagi ini mau Ramadhan, pasti nanti banyak yang mudik, nanti banyak yang singgah di toko-toko itu karena biasanya dibangun posko peristirahatan para pemudik di dekat situ”, ungkap Musyaddad.

Produk Bandeng Rawe sudah tersedia sebelum Bulan Ramadhan tiba. Musyaddad menjelaskan bahwa produk ini cocok untuk dikonsumsi sebagai menu sahur saat Ramadhan nanti. “Sahur pakai Bandeng Rawe lebih praktis, nggak perlu repot-repot masak. Satu kaleng bisa untuk satu keluarga”, kata Musyaddad

Selain di Tuban, produk ini juga akan dijual di Yogyakarta karena proses produksi juga dilakukan di kota pelajar ini. Tidak ada halangan bagi setiap putra daerah untuk berkarya walaupun masih tinggal di daerah lain sekalipun. Adapun kantor pemasaran terletak di Dsn. Kauman RT.03 RW.01 Bulujowo Kec. Bancar Kab. Tuban. Anda juga dapat memperoleh produk ini di marketplace Indonesia, seperti Bukalapak dan Tokopedia. Penjualan online dilakukan sebagai alternatif agar setiap orang di berbagai daerah dapat dengan mudah memperoleh produk ini.

Bandeng Rawe melalui sistem grosir membuka peluang kepada siapa pun yang berada di wilayah mana pun untuk menjadi agen penjualan. Walaupun Khas Tuban, produk ini tidak menutup peluang untuk dipasarkan di berbagai daerah. “Masakan Padang itu milik orang Minang, tetapi toh masakan Padang ada dimana-mana dan digemari berbagai kalangan. Sederhananya, kalau produk itu bagus, kalangan mana pun akan bisa menerimanya”, Musyaddad melanjutkan, “Apalagi ini produk ikan bandeng, lebih umum, jadi tidak ada masalah jika produk ini dipasarkan ke berbagai daerah dan di konsumsi oleh kalangan mana pun.”

Musyaddad berharap kita sebagai generasi muda dapat membawa kemajuan di daerah masing-masing dengan karya-karya yang kreatif dan inovatif. Bandeng Rawe ini dibuat sebagai partisipasi dalam memajukan wirausaha di Kabupaten Tuban, khususnya bidang kuliner. “Kami berharap ini akan jadi produk unggulan, tidak hanya di Kabupaten Tuban, tetapi dalam skala nasional secara lebih luas. Pokoknya juara deh buat Bandeng Rawe!”, harap Musyaddad. Tentu dukungan masyarakat dan pemerintah, khususnya pemerintah daerah, sangat diharapkan dalam menumbuhkan wirausaha kreatif semacam ini, sehingga dapat menciptakan iklim perekonomian yang tangguh di masing-masing daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *